email
password
 
 

DEPAN

ARSIP

KEGIATAN

PROFIL

PUBLIKASI HASIL PENELITIAN





LINK

Total Pengunjung Sejak
1 Desember 2008

Locations of visitors to this page

Pencarian Artikel:

 

 

Kegiatan

Jadwal Kegiatan BPSNT Denpasar Juli 2012


2 - 6 Juli 2012 Hotel Sahid Jaya Surakarta Confrencsion International Assosiation of Historys
9 - 12 Juli 2012 Bandung Seminar Hasil Penelitian
13 - 14 Juli 2012 Lombok Utara Pegelaran Wayang Sasak dan Dialog Budaya
15 - 17 Juli 2012 Pulau Komodo NTT LASEDA
14 - 19 Juli 2012 Jogyakarta Jetranas



Jadwal Kegiatan BPSNT Denpasar Juni 2012


8 Juni 2012 Gedung Wisma Sabha Denpasar Bali Undangan rapat persiapan PKB XXXIV tahun 2012
11 Juni 2012 Art Center Denpasar Bali Pembukaan Pesta Kesenian Bali XXXIV tahun 2012
18 - 20 Juni 2012 Makassar Undangan Menyajikan Materi Kearifan Lokal
21 - 23 Juni 2012 Sumba Barat Daya NTT Jejak Tradisi daerah NTT


Jadwal Kegiatan BPSNT Denpasar Mei 2012


2 - 4 Mei 2012 Denpasar Bali Kunjunag Kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Repubelik Indonesia
07 Mei 2012 Kabupaten Bangli Bali Tradisi Lisan Bali
24 Mei 2012 Kabupaten Bangli Bali Dialog Budaya Bali
29 Mei 2012 DISBUD Prov. Bali Sarasehan PKB ke XXXIV tahun 2012



Jadwal Kegiatan BPSNT Denpasar Maret 2012


8 - 9 Maret 2012 Hotel Millenium Tanah Abang
Undangan Raker Sinergi Kegiatan Antara Pusat dan daerah, Ditjen
NBSF Kemenparekraf
9 - 11 Maret 2012 Hotel Nirmala Jl. Mahendradata Denpasar Bali
Rakor Wilayah Kerja BPSNT Bali, NTB, NTT



Jadwal Kegiatan BPSNT Denpasar Februari 2012



16 Februari 2012 Gedung Seminar BPSNT Bali, NTB, NTT Bedah Proposal Penelitian ( Kerangka Model Penelitian Kualitatif Dalam Penelitian Ilmu Sosial )
22 Februari 2012 Istana Kesultanan Bima ( Museum Asi Mbojo ) Udangan Bupati Bima ritual adat " Hanta Ula Pua "
24 Februari 2012 Ruang pertemuan kriya gosana Lt. III Puspem Badung Undangan Seminar Proposal Penelitian Pusaka Budaya Kabupaten Badung
26 - 28 Februari 2012 Pusdiklat Pegawai Kemendikbud (Jakarta) Undangan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2012




Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR DESEMBER 2011


04 – 08 Desemebr 2011 Ever Green Village Bogor BIMTEK SPIP
06 – 08 Desember 2011 Hotel Bali Beach Sanur Pelaksanaan rapat forum peredaran dan distribusi film
15 Desemebr 2011 Grand Ballroom Malam Peluncuran dan Promosi
The Ritz Carlton Jakarta Program “ The Real Wow “




Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR NOVEMBER 2011


14 – 19 November 2011 Denpasar Bali KTT ASEAN
19 November 2011 Taman Safari Bali Pementasan Theatre
Gianyar
19 – 20 November 2011 Jakarta Acara Dir. Kepercayaan
Thd. Tuhan Yang Maha Esa
22 – 29 November Nusa Dua Bali Rapat UNESCO
( tentang WBTB)



Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR OKTOBER 2011


5 -7 Oktober 2011 Jakarta Seminar Internasional WBTB
Konsering Nomenklatur Direktorat
Tradisi dan Seni Rupa dengan BPSNT
18 Oktober 2011 Mataram Pembukaan Pameran Seni Rupa di Museum
Negeri Mataram
27 Oktober 2011 Desa Wisata Pementasan Wayang Cenkblonk
Kertalangu Denpasar
25 – 29 Oktober 2011 Ambon LASENAS 2011



Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR SEPTEMBER 2011


8 september 2011 Denpasar Bali Kunjungan kerja Menbudpar RI
9 – 11 September 2011 Makasar Seminar Nasional Tentang Pariwisata
12 – 18 September 2011 Palu Acara Pentas
(Sulawesi Tengah)
21 september 2011 Geofark Batur Bangli Undangan sebagai pemakalah
22 – 26 September 2011 Jakarta Jetranas Suku Bangsa Betawi
22 september 2011 Kabupaten Kuningan Jawa Barat Undangan dari Dirjen NBSF



Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR AGUSTUS 2011


12 Agustus 2011 Desa Umabalan Bangli Tradisi Membisu
24 Agustus 2011 UPT MPRB, RENON Undangan Seminar Raperda Pelestarian
(BAJRA SANDI) Budaya
25 Agustus 2011 Gedung Wisma Sabha Pengarahan Bapak Gubernur Bali /
Pembubaran Panitia PKB XXXIII Tahun 2011


Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR JULI 2011


5 - 7 Juli 2011 Jakarta Konfrensi Sejarah
22 - 24 Juli 2011 Monumen Perjuangan Rakyat Bali Pesta Permainan Tradisional



Jadwal Kegiatan BPSNT DENPASAR JUNI 2011



09 Juni 2011 BPSNT Denpasar Sosialisasi Reformasi Birokrasi
10 Juni 2011 Denpasar Bali Pembukaan Pesta Kesenian Bali ke 33
10 – 11 Juni 2011 Jakarta Pembekalan Teknis Pengkajian Pertanggung jawaban Keuangan
10 – 12 Juni 2011 NTT Dialog Budaya NTT
12 - 14 Juni 2011 NTB Lawatan Sejarah Daerah
15 Juni 2011 Tenganan Karangasem Jejak Tradisional Daerah Bali



Jadwal Kegiatan BPSNT Mei 2011



03 - 06 Mei 2011 Makasar Rapat teknis keuangan program dan kegiatan 2012
12 – 14 Mei 2011 NTT Dialog budaya NTT
18 – 19 Mei 2011 Bandung Penentuan rapat Nomenklatur BPSNT
21 – 23 Mei 2011 Bima NTB Dialog tokoh pahlawan Sultan Muhamat Salah Hudin




KEGIATAN BALAI PELESTARIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL BALI NTB DAN NTT
TAHUN 2007



KEGIATAN BEDAH PROPOSAL


A. Latar Belakang
Seiring dengan tupoksi Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, secara rutin setiap tahun menyelenggarakan kegiatan bedah proposal, suatu upaya Balai untuk meningkatkan kualitas tenaga peneliti sebelum terjun mencari data ke lapangan. Langkah ini sangat dirasakan bermanfaat oleh para peneliti, sebab mereka telah berbekal tentang ketepatan penggunaan metodologi, konsep, teori dan teknik penelitian sehingga mereka percaya diri dan tahu persis data apa yang mesti dicari sesuai dengan topik penelitian yang diambil.
Dalam pelaksanaan bedah proposal tahun ini, tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yakni pembagian kelompok pembedah disesuaikan dengan relevansi kepakaran pembedah dan peneliti. Hal ini dilakukan adalah untuk mempermudah para pakar dan para peneliti dalam hal spisifikasi kepakaran masing-masing.

B. Tujuan
Tujuan penyelenggaraan kegiatan bedah proposal tahun 2007 ini adalah :
1.Meningkatkan kemampuan wawasan berpikir bagi para peneliti.
2.Mengetahui lebih mendalam tentang teori, konsep, metodologi, dan tekni penelitian dalam mencari data di lapangan.
3.Mengembangkan pengetahuan yang diberikan oleh para pakar yang dirialisasikan dalam menjaring data.
4.Mengembangkan propesi keilmiahan di bidang nilai kesejarahan dan ktradisionalan.

C. Konsultan/Pakar
Tahun 2007 ini, konsultan sebagai nara sumber berasal dari beberapa universitas atau instansi terkait, seperti Dosen Kajian Budaya UNUD , Universitas Hindu Indonesia Denpasar, dan juga intern dari Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT.

D. Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Pebruari 2007, pukul 0 9. 00 wita sampai selesai di Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT. Acara dibuka oleh Ka. Balai yang dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan ruangan dari masing-masing peneliti sesuai dengan kepakaran mereka.






KERJASAMA PENELITIAN DENGAN PEMDA JEMBRANA DALAM PEMBUATAN PURANA PURA LUHUR PASATAN DUSUN DANGIN PANGKUNG JANGU, DESA POH SANTEN, MENDOYO, JEMBRANA



A. Latar Belakang
Sad Kahyangan sebagai pura-pura utama yang ada di Pulau Bali telah lama dikenal. Pura-pura tersebut adalah pura-pura yang sangat disucikan, sebagian terletak di gunung (giri/ukir) sebagian lagi terletak di tepi samudra (segara/pasir). Pura-pura tersebut letaknya tersebar di seluruh Bali.
Bagaimana hubungan pura-pura itu satu dengan yang lain ? Adakah pura-pura itu sebagai sebuah kesatuan yang tak dapat dipisahkan ? Atau adakah ajaran yang dipakai landasan dasar dan acuan dalam membangun pura-pura tersebut ?. sejumlah pertanyaan dapat diajukan apabila kita mengembangkan wawasan dan visi ke depan, juga dalam rangka memperkuat landasan kehidupan agama Hindu.

B. Tujuan
Mencatatkan kembali bentuk, fungsi, dan sejarah Pura Luhur Pasatan, sehingga memudahkan memberikan informasi kepada para Penyiwi ( masyarakat pendukung ) maupun kepada masyarakat luas yang memerlukan.

C. Lokasi
Pura Dangkhayangan Luhur Pasatan terletak di di Dusun Dangin Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana



DIALOG BUDAYA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
TAHUN 2007



A. Latar Belakang
Bangsa Indonesia merupakan tatanan bangsa yang tersusun atas beraneka ragam budaya lokal. Masing-masing budaya tersebut dilakoni oleh masyarakat pendukungnya dan berkembang secara alamiah sesuai konsisi soaial masyarakat setempat. Unsur-unsur kebudayaan yang menonjol dari setiap kebudayaan daerah diangkat menjadi bagian dari kebudayaan nasional untuk menciptakan kebanggaan serta memupuk jati diri bangsa.
Meskipun demikian, kondisi multikultur di Indonesia seringkali menimbulkan berbagai dampak yang identik dengan pengelompokan masyarakat berdasarkan ras, suku, dan golongan. Pengkotak-kotakan masyarakat demikian memunculkan problem disintegrasi bangsa serta melemahnya ketahan negara kesatuan Republik Indonesia.
Usaha-usaha pembinaan kesadaran multikultur di kalangan generasi muda relatif banyak dilakukan baik dalam konteks permukaan maupun substansial melaui lembaga pendidikan formal maupun informal. Bahkan pendekatan multikulturalisme dan implementasinya melalui jalur pendidikan dianggap strategi terbaik saat ini. Salah satu diantaranya melalui jalur pendidikan kepanduan atau pramuka.
Pramuka dikenal sebagai wadah penggemblengan mental dan perilaku kalangan generasi muda di Indonesia. Melalui jalur pramuka generasi muda memperoleh olah mental dan pembentukan budi pekerti sesuai norma-norma budaya yang berlaku pada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan dialog budaya yang diikuti anggota pramuka di Propinsi Nusa Tenggara Timur menjadi ajang yang tepat untuk pensosialisasian kesadaran kondisi multikultur di kalangan generasi muda.

B. Tujuan
Kegiatan dialog budaya menitikberatkan pada upaya meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya kalangan generasi muda terhadap keanekaragaman nilai-nilai budaya lokal di Indonesia. Melalui kegiatan dialog budaya, generasi muda diharapkan dapat mengantisipasi melunturnya nilai-nilai budaya lokal selaku pembentuk jati diri bangsa serta mempertahankan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

C. Peserta, dan waktu Pelaksanaan
Peserta dialog berjumlah 75 orang dikuti siswa dan siswi atau anggota pramuka peserta Kemah Budaya Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 19 Juli 2007 berlokasi di Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur.



DIALOG BUDAYA DAN PEMENTASAN TRADISI LISAN PROVINSI BALI


A.LATAR BELAKANG
Ada suatu kekhawatiran yang melanda sementara masyarakat yang berkenaan dengan keberadaan dan kelangsungan unsur-unsur kebudayaan daerah umunya dan wayang khusunya di tengah arus globalisasi. Kekhawatiran ini muncul manakala mereka mengamati terjadinya inkonsistensi nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga tidak mustahil lambat laun unsur-unsur budaya yang pernah mapan yang selama ini mereka pedomani akan tersisih. Kekhawatiran ini terutama melanda bagi mereka yang telah merasakan manfaat atau kebaikan dari unsur-unsur budaya tersebut, teristimewa bagi mereka yang telah mencapai kemampuan melalui budaya tertentu seperti budaya pewayangan tersebut.
Kekhawatiran seperti tersebut sudah sangat dirasakan bagi masyarakat yang sudah mengenal wayang dengan cerita Ramayana dan Mahabrata seperti pada sukubangsa Jawa, Sunda, Bali, dan lain-lain terasa amat janggal apabila remaja-remaja "Indonesia" (Jawa, Sunda, Bali dan lain-lain) begitu hafal dan fasih tentang keberadaan bintang film barat maupun nama-nama para artis Indonesia, daripada nama-nama tokoh pewayangan dalam cerita Ramayana dan Mahabharata. Demikian pula pada anak-anak lebih mengenal tokoh Superman, Satria baja hitam, dan lain-lain. Generasi terdahulu banyak juga mengetahui tokoh-tokoh dalam film-film barat namun mereka berusaha tidak asing dengan tokoh-tokoh dalam cerita pewayangan.
Mengetahui nama-nama tokoh pewayangan dan jalan cerita sangat ditentukan oleh kegemaran menonton wayang. Jane Belo pernah mengadakan penelitian tentang "lukisan anak-anak Bali". Salah satu dari hasil penelitian itu adalah “apa yang dilukis oleh anak-anak sangat erat hubungannya dengan apa yang sering ia amati". Rupanya tokoh-tokoh mitologis yang sejak masa kecil telah sering dilihatnya dipentaskan semalam suntuk pada pertunjukan wayang di desa yang berkali-kali menampilkan tokoh-tokoh dengan wataknya yang tidak asing bagi anak-anak itu.

B.TUJUAN DAN SASARAN
Lomba karya tulis ilmiah populer dalam pagelaran tradisi lisan wayang Cenk Blonk bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat khususnya generasi terdidik tentang karakter tokoh dan nilai-nilai budaya dalam pewayangan sebagai warisan budaya bangsa.
Sasaran yang ingin dicapai adalah tersusunnya suatu makalah berkelompok dari siswa SMU/SMK Kabupaten/Kota yang akan dinilai oleh Tim Juri, dan akan dipresentasikan pada kegiatan Dialog Budaya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

C. PESERTA
Peserta kegiatan Lomba dalam Pagelaran Tradisi Lisan dan Dialog Budaya Bali tahun 2007 adalah siswa SMU/SMK Kabupaten/Kota, budayawan dan masyarakat umum.
D. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN
a. Tempat Pagelaran ;
Panggung Terbuka ISI Bali; Jl.Nusa Indah Denpasar
Waktu : Rabu, 2 Mei 2007
Jam. 19.30 Wita – selesai

b. Tempat Dialog Budaya ;
Gedung Serbaguna Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Bali, NTB, NTT
Jl.Raya Dalung - Abianbase 107, Dalung-Badung
Waktu : Senin, 21 Mei 2007
Jam. 07.00 Wita – selesai








DIALOG BUDAYA DARI HASIL PEMENTASAN TRADISI LISAN “ Wayang Menak Sasak “ Tema” Melaui Pagelaran Tradisi Lisan Kita Mantapkan Pendidikan Yang Berbasis Budi Pekerti “



A. Latar Belakang
Wayang Menak adalah salah satu tradisi lisan warisan nenek moyang masyarakat Sasak di Lombok yang mengandung nilai-nilai budaya luhur serta adiluhung. Wayang Menak oleh masyarakat Lombok merupakan idola sebagai mediasi untuk menyampaikan pesan atau amanat kepada masyarakat. Wayang Menak dengan berbagai macam bahasannya dapat dipandang sebagai sumber inspirasi untuk mengenal watak dan karakter manusia, karena setiap bahasannya pada dasarnya mempunyai pesan-pesan moral yang mengandung nilai-nilai luhur.
Di Lombok tradisi lisan ini mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Lebih dari itu, cipta sastra tesebut merupakan miliknya orang Sasak. Hal ini cukup beralasan, karena masyarakat Sasak merupakan akhli waris, penyelamat dan pelanjut dari pada berkembangnya salah satu tradisi lisan nusantara.
Wayan Menak sebagai salah satu tradisi lisan Sasak sampai kini hidup dan berkembang cukup memuaskan. Hal ini terbukti masih banyaknya kelompok atau perorangan yang ada di masyarakat masih sering memanfaatan tradisi ini dalam setiap pelaksanaan ritual.
Dalam konteks dialog, persoalan diatas sesungguhnya persoalan yang perlu diapresiasi dan dikaji oleh para siswa-siswi kita. Apa sebab demikian ?. Karena kini yang menyaksikan pagelaran Wayang kebanyakan dari generasi tua. Dari kalangan generasi muda nyaris tak terdengar. Kalaupun dia (siswa-siswi ) tahu tentang Wayang mungkin dia hanya mendengar sepintas dari orang tua atau tokoh-tokoh yang berkecimpung di bidangnya atau membaca buku-buku, namun bukan atas inisiatif siswa yang bersangkutan untuk menikmati, menghayati dan memahami. Menengok olah tradisi lisan Wayang Menak, bukan dari segi hiburannya, melainkan yang lebih penting adalah bagaimana mengkaji makna yang terselip di dalamnya.
B. Tujuan dan Sasaran
1.Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat khususnya generasi muda tentang nilai budaya dalam tradisi lisan Wayang Menak sebagai warisan budaya bangsa.

2.Sasaran yang ingin dicapai adalah terselenggaranya dialog antar siswa SMU/SMK/Madrasah/Ponpes, Kabupaten/Kota dengan membahas judul-judul makalah dari hasil Afresiasi.




LAWATAN SEJARAH DAERAH BALI



A. Latar Belakang
Upaya Meningkatkan pemahaman sejarah terhadap generasi muda, dapat melalui berbagai cara yaitu dengan meningkatkan mutu pengajaran sejarah, selain melalui metoda pengajarah sejarah dapat juga dilakukan melalui suatu kegiatan wisata budaya yang didalamnya termasuk wisata sejarah (lawatan sejarah). Wisata sejarah merupakan suatu kegiatan berwisata dengan memanfaatkan obyek-obyek peninggalan sejarah. Obyek dalam wisata sejarah umumnya berupa obyek yang sumbernya buatan manusia, jadi jenisnya lebih terbatas dari pada wisata budaya.

B. Tujuan
Secara umum tujuan dari Lawatan Sejarah ini adalah memperkuat pemahaman tentang kemaritiman/bahari, juga pertautan makna sejarah lokal dan sejarah nasional Indonesia untuk memperkokoh integrasi bangsa yang bertitik tolak dari kenyataan yang dapat diamati di lapangan. Sebab selama ini siswatahu tentang sejarah hanya melalui teks book dan informasi lisan dari para guru, yang gurunya belum tentu juga mengetahui, hanya dari buku dan guru sebelumnya.




LAWATAN BUDAYA PROVINSI NTB



A. Latar Belakang
Kegiatan Lawatan Budaya dilaksanakan bersandar pada visi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan taraf kehidupan dan penghidupan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai agama, adat-istiadat, dan pandangan hidup bermasyarakat yang berdemokrasi. Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsasebagai perwujudan nilai ketuhanan, penghargaan atas perbedaan, demokrasi dan hak asasi manusia. Membina dan mengembangkan kebudayaan sebagai upaya memperkukuh jati diri dan kepribadian bangsa serta pemanfaatan kebudayan untuk kepentinga agama, kependidikan, ilmu pengetahuan, persatuan dan kesatuan bangsa. Visi dan misi Depbudpar diharapkan dapat berjalan sesuai harapan dilatarbelakangi suatu kenyataan bahwa lawatan budaya merupakan salah satu kegiatan untuk memberi pemahaman bahwa masyarakat Nusa Tenggara Barat memiliki berbagai bentuk kebudayaan ideal maupun material pembentuk perilaku masyarakat.

C. Tujuan
Terkait tugas pokok dan fungsi organisasi lembaga Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang menitikberatkan pada usaha-usaha pengkajian terhadap aspek-aspek kebudayaan, kegiatan lawatan budaya memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai antara lain ;
- Merevitalisasi dan mengembangkan apresiasi masyarakat terhadap kearifan lokal yang berkembang di masyarakat. Usaha revitalisasi itu sendiri berpengertian untuk menguatkan kembali tradisi-tradisi yang telah ada sebelumnya agar tidak punah tergerus perjalanan zaman.
- Memberi kontribusi terhadap terhadap usaha-usaha pemahaman dan pengembangan nilai-nilai luhur budaya bangsa pada umumnya dan khasanah budaya Nusa Tenggara Barat khususnya.
- Menanamkan kesadaran masyarakat terutama kalangan terutama generasi muda untuk memanfaatkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal setempat sebagai acuan berprilaku dalam kehidupan sehari-hari.

D. Peserta
Peserta lawatan budaya berjumlah 40 orang, terdiri dari kalangan siswa-siswi SMA/sederajat di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat beserta guru pembimbing. Kegiatan melawat ke situs-situs budaya pada salah satu pemukiman tradisional di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat.




DIALOG KERAJAAN TRADISIONAL ETNISITAS DAN IDENTITAS BUDAYA SIKKA



A. Latar Belakang
Keragaman budaya, fenomena kerajaan tradisional, dan etnisitas serta berbagai variasinya dalam suatu masyarakat bukanlah fenomena baru. Para ahli ilmu-ilmu sosial telah mengembangkan beberapa skema yang menggambarkan situasi perbedaan dan penjelasan dari terjadinya (dan tidak terjadinya) konflik antar etnis di suatu negara. Terlepas dari berbagai diskursus teori, skema itu menegaskan bagaimana antar etnis dihubungkan dengan perbedaan-perbedaan yang mempengaruhi akses kepada kekuasaan dan sumber daya material antara kelompok yang dominan dengan kelompok minotiras. Lebih jauh lagi, pola-pola hubungan antar etnik tidaklah statis, melainkan berkembang dan berubah. Akibatnya, nation “hidup berdampingan secara damai” sebenarnya rapuh dan penuh masalah.
Indonesia adalah sebuah masyarakat yang terdiri atas masyarakat-masyarakat suku – bangsa yang secara bersama-sama mewujudkan diri sebagai bangsa atau nasion (nation), yaitu bangsa Indonesia. Sebagai sebuah bangsa, masyarakat Indonesia hidup dalam sebuah satuan politik yaitu sebuah negara kesatuan yang bercorak republik, yang berlandaskan pada prinsip-prinsip demokrasi, yang menempati sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan Negara Indonesia.
Dalam kemajemukan masyarakat tersebut, perlu diupayakan dialog-dialog yang erat kaitannya dengan pemersatuan etnisitas sehingga hubungan antar suku bangsa yang mendiami kepulauan di nusantara ini dapat memahami bagaimana sesungguhnya masyarakat yang multikultural tersebut.

B. Masalah
Untuk mendapatkan hasil kegiatan tersebut diatas secara representatif, langkah pertama yang harus dilakukan melalui dialog. Kalau pilihan pengelolaan Indonesia yang multi etnis ini kemudian jatuh kepada multikulturalisme, yang dipertanyakan kemudian adalah bentuk multikulturalisme yang diterapkan ; visi kebangsaan dalam pendekatan ini dan bagaimana menciptakan sebuah ruang dimana mulikulturalisme bukan merupakan kotak-kotak budaya yang mati., tetapi bagaimana budaya-budaya ini bisa berinteraksi untuk mewujudkan sesuatu yang baru.

C. Tujuan
Penerapan multikulturalisme untuk menghasilkan sebuah masyarakat multikultural tidak dapat dipaksakan oleh pemerintah. Tugas pemerintah adalah menstimulasi atau memberi semangat bagi terciptanya masyarakat multikultural dan membuat program-program jangka pendek dan jangka panjang dalam sistem dan lembaga pendidikan, hukum, penegakan hukum berikut sangsi-sangsinya.





D. Pemakalah dan Tema
Dalam kegiatan ini akan ditampilkan 5 (lima) pemakalah dengan tema makalah sesuai dengan tema kegiatan yaitu ” Dialog Kerajaan Tradisional, Etnisitas dan Identitas Budaya Sikka”.

E. Peserta
Jumlah peserta dialog 50 orang, terdiri atas : Seniman, budayawan,Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, Instansi Terkait, Tokoh masyarakat, adat, agama, Guru,Siswa SMA, Mahasiswa


SOSIALISASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN MARGARANA-BALI



A. Latar Belakang
Setiap bangsa sering diingatkan pada suatu momentum sejarah yang mempunyai arti penting bagi kelanjutan bangsanya. Kesadaran akan arti pentingnya sejarah yang melandasi kemerdekaan bangsa perlu selalu dikembangkan dan disebarluaskan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, dialog, maupun melalui sosialisasi nilai-nilai perjuangan kepahlawanan terutama terhadap generasi muda sebagai generasi penerus.
Berangkat dari latardi atas, perlu adanya gerakan menyebar luaskan, memperkenalkan dan memahami sampai mampu menumbuhkan kesadaran sejarah melalui kegiatan sosialisasi nilai-nilai perjuangan kepahlawanan. Penanaman kesadaran sejarah ini tiap individu adalah proses yang terus-menerus, melintasi batas generasi. Demikian pula menangkap makna melalui kemampuan interpretasi terhadap puputan yang telah mengisi masa lampau lembaran sejarah Bali – Indonesia menjadi hak setiap generasi termasuk generasi sekarang. Generasi yang menghadapi tingkat kehidupan yang semakin kompleks, keragaman kepentingan antar kelompok, antar pusat – daerah nyaris kearah disintegrasi semangat kebangsaan dan solidaritas bangsa memerlukan ketahanan mental dan fisik yang dilandasi etos semangat puputan dengan interpretasi yang senantiasa diperbaharui dan disesuaikan dengan perkembangan jaman.
B.Masalah
1.Nilai-nilai apa yang terkandung didalam puputan tersebut?
2.Apa yang bisa diwariskan lewat puputan ini kepada para generasi penerus bangsa?

C.Tujuan
1.Memberikan pemahaman dan informasi tentang suatu peristiwa maupun tokoh yang terlibat dalam suatu peristiwa sejarah.
2.Memahami dan menghayati arti peristiwa puputan yang terjadi dalam proses perjuangan bangsa.
3.Memahami nilai-nilai luhur yang tercermin oleh para pelaku puputan pada periode perjuangan perlawanan terhadap kolonealisme Belanda.

D.Peserta
Peserta kegiatan Sosialisasi Nilai-Nilai Perjuangan Kepahlawanan sebanyak 60 orang. Peserta ini terdiri dari siswa-siswi SMU-SMK, guru sejarah, tokoh/pelaku sejarah, mahasiswa, sejarawan, budayawan, intansi terkait dan tokoh masyarakat.



KEGIATAN PENELITIAN BPSNT BALI, NTB, NTT, TAHUN 2007



Program kerja teknis di bidang penelitian Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali, NTB, NTT, untuk tahun 2007 memiliki 26 judul penelitian yang didistribusikan ke masing-masing peneliti sesuai dengan kepakaran mereka.
Secara keseluruhan jumlah peneliti Balai sebanyak 19 orang, 17 orang yang sudah difinitif, sedangkan 2 orang lagi sedang proses. Mengingat jumlah judul penelitian yang ada sebanyak 26 judul, dan jumlah penelitinya 19 orang, maka 7 judul di antaranya menjadi penelitian kelompok dan 19 judul menjadi penelitian mandiri. Dari jumlah judul yang ada, telah terakomudasi ke dalam tiga wilayah kerja Balai yakni Bali, NTB, dan NTT, yang rinciannya sebagai berikut:: wilayah Bali terdiri atas 12 judul, NTB terdiri atas 7 judul, dan NTT terdiri atas 7 judul.







top

 

 


BALAI PELESTARIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL BALI, NTB DAN NTT
Jln. Raya Dalung Abianbase NO. 107 Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Telp. (0361) 439547, Fax. ( 0361) 439546 - Kode Pos 80361